Siska’s Party
26 November 2011
Korban ulah jail
pasukan sepuluh X.5 kali ini adalah Siska Putri Indri Astutik, dia lagi ultah
yang ke-16 tahun. Sebenernya dia ultah tanggal 27 november, berhubung tuh hari
tepat hari minggu. Jadi surprise party-nya kita kasih di hari sabtu,
bener-bener harus punya kesan dah. :)
Rencana surprise
party udah kita sepakatin mulai kemarin, mulai dari siapa aja yang bawa tepung,
telur, yang nyiapin air, dll. Seperti biasa kami terlihat kompak dalam surprise
party setiap anggota di X.5.
Kami saling bekerja sama untuk tak
memberi tahu si korban tentang surprise party yang kita adakan, emang udah ahli
dah dalam urusan jail-jail gitu. :) semua melakukan aktifitas seperti biasa,
termasuk aku. Aku yang biasa bareng sama si korban sebut saja namanya Siska ya
tetep kayak biasa aja, gak ngucapin ultah juga. Karena kita pasukan sepuluh
lima udah saling sepakat kalo gak boleh ada yang ngucapin ultah sebelum si
korban dikasih surprise party. Biar korban gak ngrasa ngennes dikit, :D
Sepulang sekolah
Siska kayaknya ngrasa gak enak waktu
itu coz dia pengen cepet-cepet pulang, and seketika itu kami pun langsung ambil
siasat cepat. Ada 2 orang megang kedua tangan Siska, kami pun beraksi. 2 cowok
angkat galon yang ada di ruang kelas kemudian disiramlah korban dengan air
mineral yang menyegarkan, memang sungguh menyegarkan karena cuaca saat itu sangat
panas. :)
Habis sesi siram-siram, kita taburin
serbuk-serbuk kebahagiaan. Kebahagiaan bagi kami yang berkesempatan untuk
menaburkannya. Haha ..
Kami taburkan serbuk
kanji di seluruh badan korban sambil lari-lari karena si korban memberontak.
Kami masih terus mengexpresikan karya seni kami dengan objek si korban. :)
Mulai dari ujung rambut sampek ujung
kaki harus kena coretan serbuk kanji kami, itulah visi-misi kami hari ini. :) bagi kami yang telah
berhasil membuat kreasi kanji pada korban tersenyum sumringah, sungguh senang
hati kami.
Ibaratkan seorang budak mendapatkan hadiah kemerdekaan dari
majikannya. Apalagi saat salah satu di antara kami melemparkan telur di atas
kepala korban, wajah kami menjadi tambah bahagia. Kebahagiaan yang membuat kami
bersemangat untuk terus melanjutkan visi-misi kami. :D
Salah
seorang teman kami bernama Shofi, telah menyiapkan surprise di akhir party.
Seekor belalang hasil tangkapannya sebelum berangkat sekolah sekarang berada di
genggamannya. Entah bagaimana dia menyimpan hewan kecil itu dalam tasnya yang
hingga detik ini hewan tersebut masih bisa bernafas.
Satu
per satu dari kami mulai pergi meninggalkan Siska yang telah lelah memberontak,
akhirnya dia pun terdiam di lantai kumuh dengan penuh kanji dan aroma amis dari
telur busuk. Hanya tinggal 5 orang sekarang, saat itulah Shofi beraksi, dia
membuka kerah baju Siska dan langsung memasukkan hewan bertubuh kecil yang
memiliki kaki lebih panjang dari badannya. Itulah hewan yang di takuti oleh
Siska, sempat aku melirik ke arah Siska. Ekspresi wajahnya terlihat
bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Shofi?
“Hey, apa yang kamu lakukan?” Bentak Siska.
“Hewan kecil kesayanganmu itu.” Jawab Shofi sambil
tertawa terbahak-bahak.
“Apa? Cepat keluarkan. Badanku jadi gatel nih”
“Udah keluar kok”
Aku melihat Siska tengah menangis
ketakutan sekarang, aku tak berani mendekatinya. Bisa-bisa dia menyalahkan aku
dalam kasus ini, untuk menghindari malapetaka, aku memilih berada di jarak yang
cukup aman dari jangkauan Siska. Kami ber-4 menahan tawa saat melihat Siska
benar-benar menangis, sungguh senang hati kami. Haha .. karena untuk yang
pertama kalinya kami melihat Siska menangis menadi-jadi. :)



0 komentar:
Posting Komentar